Badik luwu gamacca BP20082025

Badik Luwu Gamacca adalah salah satu pusaka paling berharga dan langka dari Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan. Badik ini bukan sekadar senjata, melainkan simbol kehormatan, keberanian, dan status sosial yang tinggi.

Badik Raja BP15042025

“Badik Luwu Gamacca, Menanti Pemilik Sejati”

Pamor : Sambang Gereno, Kuribojo Naporo Dama’, Batulappa, Ulengpuleng, Ure’ tuo, Ure’kalla, Kurissi Gamacca, laga-laga, Coppo Bola, Rakkapeng, Bunga Garam

Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu
Keris kontenporer Pusaka Bugis Luwu

Keterangan Badik Luwu Gamacca

Gamacca/Wala suji adalah representasi atau wujud konkret dari filosofi Sulapa Eppa. “Wala” berarti pagar, sedangkan “suji” berarti putri atau sesuatu yang berharga. Jadi, Walasuji adalah pagar atau pelindung untuk sesuatu yang berharga.

Walasuji biasanya dibuat dari anyaman bambu berbentuk belah ketupat (segi empat) yang melambangkan Sulapa Eppa. Anyaman ini digunakan dalam upacara adat, terutama dalam pernikahan, sebagai dekorasi atau wadah seserahan.

  • Fungsi Fisik: Walasuji berfungsi sebagai pagar ritual yang melindungi area sakral atau sebagai wadah untuk seserahan pernikahan.
  • Fungsi Simbolis: Bentuknya yang belah ketupat adalah manifestasi visual dari konsep empat sisi (Sulapa Eppa). Walasuji juga melambangkan penjagaan dan perlindungan terhadap pengantin wanita (putri) dan rumah tangganya.

Ketandaan Kuribojo dilingkari Ure Tuo (Naporo Dama) adalah salah satu pamor yang sangat unik dan dianggap memiliki tuah yang kuat, terutama dalam hal kekuasaan dan pengaruh.

Secara harfiah, nama ini memiliki arti :

  • Ure Tuo berarti “urat yang hidup”
  • Naporo Dama berarti “melekat” atau “menyatu.”

Jika digabungkan, Pamor Ure Tuo Naporo Dama dapat diartikan sebagai “urat hidup yang melekat pada jantung/hatinya besi ( Ketandaan ) yang tuahnya lebih menekankan pada kekuasaan, wibawa, dan pengaruh yang berasal dari garis keturunan atau status sosial yang tinggi.

berbeda dengan Batu Lappa Naporo Dama lebih berfokus pada kemampuan menaklukkan atau mengalahkan lawan,

kombinasi kuribojo didalamnya terdapat bunga garam kristal, ketandaan pusaka yang sangat istimewa. Tidak hanya melambangkan kemuliaan tetapi juga membawa tuah kemakmuran, keberuntungan, dan kebersihan hati (Bunga Garam). ketadaaan kuribojo di hias ure tuo dan bunga garam sebuah perpaduan yang sangat seimbang antara kekuatan spiritual dan rezeki duniawi bagi pemilik pusaka. Insya Allah semua atas Izin Allah.

Disclaimer: Pusaka merupakan warisan budaya yang sarat makna spiritual dan nilai estetika. Kepercayaan akan tuah pusaka dapat menjadi motivasi untuk merawat dan melestarikan benda-benda pusaka. Namun demikian, kami mengingatkan bahwa nilai intrinsik dari sebuah pusaka terletak pada keindahan, kelangkaan, dan nilai historisnya. Kami menyarankan agar Anda menggabungkan aspek spiritual dengan pemahaman yang rasional dalam mengapresiasi sebuah pusaka.”

Badikpedia

“Jangan lewatkan kesempatan memiliki karya seni yang tak ternilai ini.”